Kadang kita bertemu dengan
orang-orang yang sering mengeluh, meratap (bahkan tk menutup kemungkinan itu
kita sendiri): “Ya Allah, berapa kali aku
bertaubat kepada-Mu, berapa kali pula setelahnya aku melanggar lagi”.
Yah bersyukurlah orang-orang
yang punya rasa menyesal seperti ini. Tetapi orang yang seperti ini tidak perlu berputus asa, sebab Allah
itu “Qod kataba ‘alaa nafsihi-r Rohmah”, Alah
itu Maha Welas asih. Di surat as-Syuro ayat 28 disebutin, “Wa Huwa-l Ladzi yaqbalu-t Taubata ‘An ‘ibadihi”. Dan Dia-lah yang
Menerima taubat hamba-hambanya. Karena memang Allah adalah dzat yang menerima
taubat dari hamba-hambanya (yang mau taubat tentunya).
So, kalau begitu jangan
seperti orang sakit yang bilang,: “Aku
tidak akan bertaubat sampai aku peroleh kesembuhan”, tapi nasehati dia, “Eh, kamu tidak bakal sembuh kalau kamu
tidak mau berobat!!!”.
Yah, sebagaimana kamu tidak
bisa mengharap datngnya rizki kecuali dengan usaha, begitu juga kamu tidak bisa
mengharap pengampunan dan ridho kecuali dengan taubat.
*ket : usaha disini ada dua, Ihtisaab (seperti para Kyai), dan iktisaab
(seperti petani, pedagang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar